Persendian ( Artikulasi )

Sistem Rangka ( skeletal System ) dibangun oleh sekian banyak tulang ( ada sekitar 200 an jumlah tulang yang menyusun rangka manusia.
Dalam susunan rangka, antara tulang satu dengan tulang lainnya berhubungan satu sama lain melalui suatu hubungan antar tulang yang dinamakan persendian / artikulasi.
Berdasarkan kemungkinan gerak yang dapat terjadi, persendian / artikulasi dibedakan menjadi dua macam yakni : Sinartrosis dan Diartrosis.

Apa sinartrosis itu ?
Sinartrosis merupakan hubungan antar tulang yang tidak dapat digerakkan atau kalau ada gerakan sifatnya terbatas.

Apa macam Sinartrosis ?
Berdasarkan komponen penghubungnya sinartrosis dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
  1. Sinostosis, yaitu hubungan langsung antara tulang dengan tulang yang tidak memungkinkan adanya gerakan. Contoh : hubungan antar tulang tengkorak pada orang dewasa.
  2. Sinkondrosis, yaitu apabila hubungan antar tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh : hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada, hubungan antar ruas-ruas tulang belakang.
  3. Sinfibrosis, yaitu hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat sehingga masih memungkinkan terjadinya gerakan walaupun sedikit. Contoh : hubungan antara tulang kemaluan kiri dan kanan, hubungan antar tulang tengkorak pada bayi ( sebelum mengalami osifikasi ).
Apa  Diartrosis ?
Diartrosis atau disebut juga persendian merupakan hubungan antara dua tulang atau lebih yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang-tulang secara leluasa.
Ujung tulang yang membentuk persendian bersifat khas, yaitu ujung yang satu membentuk bonggol sedangkan ujung lainnya membentuk lekukan/ceruk yang kompatibel. Setiap permukaan sendi dilapisi oleh tulang rawan hialin dan dibungkus oleh selaput sinovial yang menghasilkan minyak sinovial / minyak sendi yang berfungsi melicinkan gerakan persendian.
 
Apa saja macam diartrosis ?
Berdasarkan macam hubungan persendian dibedakan menjadi paling tidak 6 macam, yaitu :
  1. Sendi engsel, yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah ( seperti daun pintu dan kusen yang dihubungkan oleh engsel. Contoh : persendian tulang siku dan lutut.
  2. Sendi pelana / sendi sela, merupakan persendian yang memungkinkan gerakan kedua arah. Contoh : persendian antar ruas-ruas tulang belakang, sendi antar tulang telapaka tangan, dan tulang pergelangan tangan pada ibu jari.
  3. Sendi putar, hubungan antar 2 tulang di mana satu tulang mengitari tulang yang lain sehingga menimbulkan gerak rotasi. Contoh : hubungan antara tengkorak dengan tulang atlas, metakarpal dengan jari-jari tangan.
  4. Sendi peluru / endartrosis, merupakan hubungan antar tulang  yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah. Contoh : hubungan antara tulang lengan atas dengan gelang bahu, hubungan antara tulang paha dengan gelang panggul.
  5. Sendi geser / sendi kejat / sendi ovoid, merupakan hubungan antar tulang yang gerakannya hanya menggeser , kedua ujung agak rata dan tidak berporos. Contoh : hubungan antara atlas dengan aksis, hubungan antara radius dengan ulna.
  6. Sendi Luncur, merupakan hubungan antara tulang yang memungkinkan terjadi gerakan badan melengkung ke depan, ke belakang, atau memutar. Contoh : hubungan antara scapula dengan clavicula, hubungan antara carpal dengan metacarpal.
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images

 

1 komentar:

Banyak dibaca :